TRADISI, MITOS, DAN RITUAL SYAWALAN DI DESA MORODEMAK, KECAMATAN BONANG, KABUPATEN DEMAK: KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA (Syawalan Traditions, Myths and Rituals in Morodemak Village, Bonang District, Demak Regency: Anthropological Literary Study)

Ainayah Fatinah, Ika Martanti Mulyawati

Abstract


Sedekah tidak hanya diberikan kepada manusia saja, namun ada sedekah laut yang diberikan untuk makhluk yang ada di laut seperti ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi, mitos, dan ritual Syawalan di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan teori antropologi sastra. Sumber data diperoleh dari peristiwa, informan, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam sedekah laut Syawalan terdapat tradisi, mitos, dan ritual yang masih dilestarikan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil temuan data, bentuk tradisi yang dilakukan warga diantaranya: (1) udik-udikan, (2) peraonan, (3) wayangan. Sedangkan mitos yang masih dipercaya warga diantaranya: (1) pemilihan peran dan alur cerita wayang, (2) terjadi musibah jika tidak menggelar pertunjukan wayang kulit, (3) terjadi bencana di laut jika tidak melarungkan kepala kerbau. Dan ritual yang masih dijalankan oleh warga yaitu: (1) selametan, (2) larungan kepala kerbau, (3) dalang puasa ruwat, (4) pelengkap sesaji. Kata Kunci: tradisi, mitos, ritual, antropologi sastra

Keywords


Tradisi lisan

References


Anwar, K. (2013). Makna Kultural dan Sosial -Ekonomi Tradisi Syawalan. Walisongo, 21, 437-468.

Bustanuddin, A. (2006). Agama dalam Kehidupan Manusia, Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Endraswara, S. (2011). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.

Endraswara, S. (2013). Teori Kritik Sastrs. Yogyakarta: CAPS.

Farid. (1999). Formulasi Faham Mistik-Keagamaan dalam Tradisi Kepemimpinan Jawa, dan Konstribusinya Bagi Kepemimpinan Nasional. Filsafat, 66-72.

Koentjaraningrat. (2010). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineke Cipta.

Muhamad Mahfud Muzadi, S. M. (2021). Eksistensi Tradisi Syawalan di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Anthropos, 106-112.

Ratna, N. K. (2013). Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rostiyati, A. (1994). Fungsi Upacara Tradisional Bagi Masyarakat. Yogyakarta: Depdikbud.

Sujiono, Y. N. (2010). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: Indeks.

Suprapto, K. &. (2018). Tradisi Memaos Sebagai Media Edukatif untuk Membangun Jiwa Religius. Edudeena, 97-111.

Syam, N. (2005). Islam Pesisir. Yogyakarta: Qiara Media.

Wahid, A. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo.

Widati, S. (2011). Tradisi Sedekah Laut di Wonokerto Kabupaten Pekalongan: Kajian Perubahan Bentuk dan Fungsi. PP, 142-148.

Yasa, I. M. (2014). Sastra Lisan: teori dan penerapannya. Jakarta: Graha Ilmu.




DOI: https://doi.org/10.26499/salingka.v20i2.939

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Salingka

Salingka publish by Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Creative Commons License

Office: Simpang Alai, Cupak Tangah Pauh Limo, Padang 25162,

 

View My Stats