Fungsi Tokoh Bertubuh Kecil dalam Pembangun Struktur Naratif Cerita Rakyat “Si Kalingkiang” (Kajian Fiksi Robert Stanton)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan karakter bertubuh kecil, si Kelingking dengan karakter lain, alur, dan latar serta peran sinergi mereka dalam pembangunan tema. Demi mencapai hal tersebut, digunakan metode penelitian kualitatif. Data yang digunakan berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf. Adapun sumber data berupa cerita rakyat “Si Kalingkiang” yang terdapat dalam buku edisi teks berjudul Cerita Rakyat Minangkabau (2001) karya Edwar Djamaris yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan metode baca-catat. Analisis data dilakukan dengan mengamati hubungan antardata dan antarkelompok data menggunakan Teori Fiksi Robert Stanton. Data dan kelompok data itu mencakup: 1) fakta-fakta cerita dan 2) cara pengorganisasian fakta-fakta tersebut. Sementara itu, hal yang terbentuk dari hubungan antardata dan kelompok data itu adalah tema cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bertubuh kecil, si Kelingking, berperan dalam pembentukan karakter lain, alur, dan latar, begitu pula sebaliknya. Demikian pula alur atas latar, dan sebaliknya. Kesalingterhubungan ini melahirkan tema cerita “Si Kalingkiang”, yaitu kesetaraan derajat dalam kondisi manusia yang beraneka ragam. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan tentang struktur dasar yang bersifat universal dan bekerja menurut logika kebudayaan masyarakat yang menciptakannya.
This study aims to describe the relationship between the character Kelingking, who is small in stature, and other characters, the plot, and the setting, as well as their synergistic roles in developing the theme. To achieve this, a qualitative research method was used. The data used were words, phrases, sentences, and paragraphs. The data source was the folk tale “Si Kalingkiang” found in the text edition of the book entitled Cerita Rakyat Minangkabau (2001) by Edwar Djamaris, published by the Language Center of the Ministry of National Education. Data collection techniques were carried out through a literature study using the read-and-note method. Data analysis was carried out by observing the relationship between data and data groups using Robert Stanton's Fiction Theory. The data and data groups included: 1) story facts and 2) the way these facts were organized. Meanwhile, the theme of the story was formed from the relationships between the data and data groups. The results of the study showed that the small character, Si Kelingking, played a role in the formation of other characters, the plot, and the setting, and vice versa. Similarly, the plot influenced the setting, and vice versa. This interconnection gives rise to the story theme of “Si Kalingkiang,” namely, equality of status in diverse human conditions. The results of this study can form the basis for further research on universal basic structures that operate according to the cultural logic of the society that created them
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Abrams, M. H. (1999). A Glossary of Literary Terms. Harcourt Brace College Publishers.
AlRosyiidah, A. (2013). Pendidikan Karakter pada Classic Fairy Tales. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(3), 250–265. https://media.neliti.com/media/publications/120725-ID-none.pdf
Amir, M. (2015). Nilai-nilai Budaya dalam Sastra Lisan Minangkabau. UNP Press.
Anita, A., Fitriani, Y., & Utami, P. I. (2023). Analisis Struktur dan Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Sumatera Selatan. Journal on Education, 5(3), 8788–8798. https://jonedu.org/index.php/joe/article/view/1675
Djamaris, E. (2001). Cerita Rakyat Minangkabau : Dongeng Jenaka, Dongeng Berisi Nasihat, serta Dongeng Berisi Pendidikan Moral dan Budaya. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Dundes, A. (1965). The Study of Folklore. Prentice-Hall.
Endraswara, S. (2011). Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. CAPS.
Handayani, M. B. (2010). An Application of A.J Greimas’ Structural Analysis on J.R.R Tolkien’s The Hobbit. Thesis. Universitas Andalas.
Herlina, E. (2018). Kajian Strukturalisme Semiotik dalam Novel Salah Pilih Karya Nur St. Iskandar. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia , 3(2), 67–69. https://doi.org/10.31943/bi.v3i2.17
Kawentar, R., Noor, R., Suryadi, M. (2024). Interpretasi Kata Borrowing pada Novel The Borrowers Karya Mary Norton: Kajian Semiotika. Jurnal Anuva, 8(2), 187–196. https://doi.org/10.14710/anuva.8.2.187-196
Kristanti, A. A. (2024). Fungsi Unsur Intrinsik Teks Narasi Siswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(8), 521–534. https://doi.org/10.59141/japendi.v5i8.3249
Levi-Strauss, C. (1963). Structural Anthropology. Basic Books.
Malahati, F., B, A. U., Jannati, P., Qathrunnada, Q., & Shaleh, S. (2023). Kualitatif: Memahami Karakteristik Penelitian sebagai Metodologi. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 341–348. https://doi.org/10.46368/jpd.v11i2.902
Mariam, N. (2025). Analisis Struktur dan Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Kampung Tajur di Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta. Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (Pendistra), 8(1), 85–97. https://doi.org/10.54367/pendistra.v8i1.4980
Mawar, S. S. & Sudirman, E. P. (2024). Deconstruction of Mrs.Driver’s Character in Mary Norton’s the Borrowers Novel. Riseta Soshum, 1(1), 21–29. https://jrs.b-creta.com/index.php/jrs/article/view/4/5
Musnia, M., & Burhan, F. (2024). Fakta Cerita dalam Novel Rasa Karya Tere Liye (Analisis Struktur Robert Stanton). Canon: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra, 2(2), 130–138. https://doi.org/10.33772/68jg8c88
Navis, A. A. (1984). Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Grafiti.
Navis, A. A. (1992). Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau. Balai Pustaka.
Navis, A. A. (2004). Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 2. Grasindo.
Nöth, W. (1990). Handbook of Semiotics. Indiana University Press.
Nuraini, R., & Wicaksono, A. (2025). Konflik Tokoh Utama dalam Antologi Cerpen “Juragan Haji” Karya Helvy Tiana Rosa serta Relevansinya sebagai Bahan Ajar di Madrasah Aliah. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 57–74. https://doi.org/10.17509/artikulasi.v5i1.77346
Priyono, R. M. J. (2021). Kajian Struktur Teks dan Nilai Karakter pada Buku Cerita Giga dan Gogi sebagai Media Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Multimedia dan Komunikasi, 5(1), 36–53. https://doi.org/10.56873/jimk.v5i1.67
Propp, V. (1968). Morphology of the Folktale. University of Texas Press.
Putriani, I. (2019). Analisis Unsur Instrinsik dan Nilai-Nilai Kehidupan pada Cerita Fiksi Kontemporer Mahasiswa. Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(1), 66–77. https://doi.org/10.35457/konstruk.v11i1.671
Putri, R. A. S., Saputra, F., Mirandi, R., & Sopar. (2025). Strategi Pelestarian Folklore dalam Masyarakat di Gampong Mugo Rayeuk Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat. Sagita Academia Journal, 3(3), 71–76. https://doi.org/10.61579/sagita.v3i3.494
Riskayani, L., Suwastini, N. K. A., & Wahyuni, L. G. E. (2021). Gender Issues in Mary Norton’S Novel Entitled “the Borrowers” : a Library Research. Sphota: Jurnal Linguistik dan Sastra, 13(2), 1–10. https://doi.org/10.36733/sphota.v13i2.2103
Rokhyanto. (2023). Relasi Tokoh dalam Novel Sastra Indonesia Sebuah Pendekatan Multiinterdisipliner. Jurnal Peneroka, 3(1), 136–153. https://doi.org/10.30739/peneroka.v3i1.1969
Salim, M. (2017). Struktur dan Fungsi Cerita Rakyat Minangkabau. Universitas Andalas Press.
Saussure, F. de. (1916). Course in General Linguistics. McGraw-Hill.
Siagian, G., Purba, C. A., & Simanjuntak, M. (2021). Unsur-Unsur Intrinsik dalam Novel Nun pada Sebuah Cermin Karya Afifa Afra. Jurnal Basataka (JBT), 4(1), 22–29. https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA/article/view/107
Siboro, A. N. I. I., Ningsih, W., Bangun, S. B., Ringo, R. S. R. S., & Ariga, H. P. S. (2025). Analisis Unsur-Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada Novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye. Jurnal Basataka (JBT), 8(1), 452–462. https://doi.org/10.36277/basataka.v8i1.710
Sinaga, R. & Wahyuni, S. (2024). Penulisan Skenario Menggunakan Pola Non-Linear dalam Meningkatkan Ketegangan pada Film “Dibalik Doa”. Jurnal Dunia Pendidikan, 5(3), 1165–1179. https://doi.org/10.55081/jurdip.v5i3.3542
Stanton, R. (2022). Teori Fiksi Robert Stanton. Pustaka Pelajar.
Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra. Pustaka Jaya.
Wellek, R., & Warren, A. (1949). Theory of Literature. Harcourt, Brace and Company.
DOI: https://doi.org/10.26499/salingka.v22i2.1139
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Salingka
Salingka publish by Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Office: Simpang Alai, Cupak Tangah Pauh Limo, Padang 25162,



